Info Penting Hari Ini !!!

Selamat Datang di KARYA KAMAL. Apa yang Sedang Sahabat Cari ??? Moga Blog Ini Bisa Membantu Sahabat Semua...!!! Kabar Gembira, Novel Sampan di Seberang akan segera dipublikasikan di blog ini agar para sahabat setia bisa menikmati karya yg pernah menang dalam kompetisi novel ini. Novel "Sampan di Seberang" diangkat dari kisah nyata pengalaman mengabdi di daerah terpencil. Novel "Sampan di Seberang" Tentang Pengabdian, Persahabatan & Kenangan, Tunggu Kehadirannya...!!! Karya Kamal; Novel Jalan Impian, Novel Pardangolan, Novel Sampan di Seberang, Buku Bait Bait Hati & Buku Facebook Mengguncang Dunia Akhirat. __Mustopa Kamal Batubara__ __Facebook: Mustopa Kamal Batubara.__ __Instagram: @kamal_btr.____Twitter: @mustopakamalBTR____Email: mustopakamalbatubara@gmail.com__ __Salam Karya Kamal__

Senin, 20 April 2015


Mahasiswa dan Demonstrasi
Oleh Mustopa Kamal Btr
 (Mahasiswa UIN Suska Riau)


Mahasiswa sebagai insan kampus yang masih idealis dan independen merupakan penentu kemajuan suatu bangsa. Sangatlah pantas jika mahasiswa melakukan gerakan-gerakan untuk perubahan ke arah yang lebih baik. Jadi tidaklah logis jika ada yang mengatakan bahwa gerakan mahasiswa merupakan ancaman terhadap suatu negara dan pemerintah, sehingga gerakan mahasiswa sering digambarkan sebagai aksi brutal.
Sebagai negara demokrasi, Indonesia juga sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berekpresi dan mengeluarkan pendapat. Setiap warga negara berhak untuk menyuarakan aspirasinya . Setiap warga negara bebas untuk berekspresi selagi tidak bertentangan dengan peraturan negara dan nilai-nilai budaya. Begitu juga dengan mahasiswa diberikan ruang untuk menyampaikan kehendak dan aspirasi.
Sebenarnya mahasiswa mempunyai peran yang sangat strategis sebagai penentu kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Mahasiswa bisa menyuarakan aspirasi jika suatu keputusan yang dibuat pemerintah tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Sebagai contoh , turunnya mantan presiden Soeharto dari kursi kepresidenan adalah karena tuntutan dari para mahasiswa seluruh Indonesia yang memadati gedung-gedung pemerintahan dan pusat-pusat keramaian pada akhir orde lama. Para mahasiswa saat itu merasa tidak puas lagi dengan pemerintahan Soeharto yang telah berpuluh-puluh tahun berkuasa.  
Saat ini juga sering kita lihat, para mahasiswa di berbagai daerah turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Mereka beramai-ramai ke kantor pemerintahan jika ada kebijakan dan keputusan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Mereka memadati jalan raya dan pusat keramaian lainnya. Sebagai contoh, para mahasiswa di berbagai daerah melakukan aksi demonstrasi karena kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Rakyat Indonesia khususnya mahasiswa menilai, kenaikan BBM tidak tepat karena saat ini harga minyak dunia sedang turun.
Di sisi lain, karena sering naik dan turunnya harga BBM sangat merugikan rakyat kecil. Harga kebutuhan pokok tidak stabil lagi. Para pedagang nakal akan mencari celah untuk selalu menaikkan harga sembako. Bahkan kebanyakan para pedagang tidak mau lagi menurunkan harga sembako tersebut walaupun harga BBM sudah  kembali diturunkan pemerintah. Sehingga masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah merasa sangat dirugikan.
Melihat hal diatas, mahasiswa selaku agen perubahan turun ke jalan dan pusat-pusat pemerintahan, mereka mewakili rakyat kecil menuntut kepada pemerintah agar harga BBM diturunkan dan agar kebijakan yang dibuat pemerintah harus pro-rakyat. Tidak jarang aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa ini menimbulkan dampak negatif. Para mahasiswa sering bentrok dengan polisi ketika di tempat demonstrasi. Para mahasiswa sering meresahkan para pengguna jalan raya, karena para pengendara tidak diberi hak untuk lewat. Bahkan tidak jarang juga para mahasiswa merusak aset dan fasilitas milik pemerintah yang seharusnya untuk dijaga dan dipelihara. Sungguh anarkis memang, jika para mahasiswa ini tidak mempertimbangkan dampak negatif dari aksi demonstrasi yang dilakukan.
Mahasiswa memang diberi hak dan kebebasan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Akan tetapi jika mahasiswa melakukan tindakan anarkis ketika demontrasi, yang didapat bukan kemaslahatan lagi, tetapi akan menimbulkan kerugian negara karena asset dan fasilitas yang dirusak para demonstran harus kembali diganti dengan uang negara yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
Aksi demonstrasi tidaklah dilarang, Tapi ada baiknya dipikirkan kembali dampak positif dan negatif yang akan diperoleh dari aksi tersebut. Silahkan demontrasi ke pusat-pusat pemerintahan jika kebijakan dan keputusan yang dibuat pemerintah tidak sesuai dengan kehendak rakyat. Tapi Satu hal yang harus diingat, aksi demontrasi jangan sampai merusak fasilitas negara dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

0 komentar:

Translate

Jumlah Pembaca

Instagram @kamal_btr