Info Penting Hari Ini !!!

Selamat Datang di KARYA KAMAL. Apa yang Sedang Sahabat Cari ??? Moga Blog Ini Bisa Membantu Sahabat Semua...!!! Kabar Gembira, Novel Sampan di Seberang akan segera dipublikasikan di blog ini agar para sahabat setia bisa menikmati karya yg pernah menang dalam kompetisi novel ini. Novel "Sampan di Seberang" diangkat dari kisah nyata pengalaman mengabdi di daerah terpencil. Novel "Sampan di Seberang" Tentang Pengabdian, Persahabatan & Kenangan, Tunggu Kehadirannya...!!! Karya Kamal; Novel Jalan Impian, Novel Pardangolan, Novel Sampan di Seberang, Buku Bait Bait Hati & Buku Facebook Mengguncang Dunia Akhirat. __Mustopa Kamal Batubara__ __Facebook: Mustopa Kamal Batubara.__ __Instagram: @kamal_btr.____Twitter: @mustopakamalBTR____Email: mustopakamalbatubara@gmail.com__ __Salam Karya Kamal__
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2016

Biarkan Kantor PKY Riau yang Bercerita


Ayolah kawan
Jalan kita masih panjang
Sebelum kelam membentang
Susurilah hari terang
Jangan kau tangisi kenangan silam
Biarkan ia bersemayam dalam ingatan
Agar abadi sepanjang zaman
Kutahu, kau sedang mengingat raut wajah Pak Hotman,
ketika menyuguhkan aneka hidangan ilmu di kantor PKY Riau.
Kutahu, kau sedang mengingat ekspresi Bu Fika,
Ketika sedang mengajari kita tekhnik memantau yang benar di tempat perkara.
Kutahu, kau sedang mengingat kebersahajaan pak Darwin
ketika menerangkan tentang sosialisasi yang bisa terjalin.
Kutahu, kau sedang mengingat mimik Bu Dwi
ketika menjelaskan cara pemetaan dengan sepenuh hati.
Ku tahu kau juga sedang mengingat rona para sahabat kita
ketika menyajikan beragam canda tawa tuk pelipur duka lara.
Pun begitu,
Janganlah kau terlalu bersedih kawan.
Semua pertemuan kan selalu berjodoh perpisahan.
Yakinlah,
Kantor PKY riau ini akan mengabadikan semua tentang kita,
Tentang kisah sukacita yang telah meninggalkan makna dalam jiwa.
Biarkan Kantor ini yang kan bercerita kepada pemagang sesudah kita,

Disini kita pernah ada, merajut kisah yang takkan bisa kita lupa.
Komisi Yudisial RI


Kau menjelma dari kemuliaan jiwa
yang sedang prihatin akan kebobrokan peradilan hukum bangsa.
Mengawas yang ingin bebas, para hakim yang paham hukum.
Komisi Yudisial RI,
Wewenangmu setara dengan jabatan tinggi negeri ini.
Jika mereka hendak menginjakmu,

Katakanlah “Aku hadir tuk Indonesiaku”
Hari Terakhir di Kantor PKY Riau


Sahabat,
Lihatlah jam dinding itu
Ia tak lagi ceria mengitari porosnya
Dentumannya tak lagi sesemangat awal kita berjumpa
Tahukah kalian semua ?
Hari ini ia bersedih memandang raut wajah kita.
Sahabat,
Tataplah bunga-bunga di taman itu
Mereka tampak sayu
Antara terharu juga ragu
Tahukah kalian semua ?
Hari ini mereka bersedih merasakan keharuan kita.
Sahabat,
Pandanglah langit dari teras kantor PKY Riau ini
Ia bersenandung tentang gerimis
Yang mengalir dari sudut mata yang teriris
Tahukah kalian semua ?

Hari ini ia bersedih menyaksikan perpisahan kita.
Wujudkan Peradilan Bersih


Jangan biarkan noda hitam gentayangan
pada mizan peradilan.
Setitikpun ia diberi peluang,
niscaya kan ia keruhkan seluruh keadilan,
lalu ia gelapkan mata para hakim dalam persidangan.
Jika demikian,
Jadilah hukum tumpul ke depan tajam ke belakang.
Saatnya bersihkan seluruh noda hitam,
Agar negeri bertuan tak ditenggelamkan kezaliman.
Wujudkan peradilan bersih

Agar negeri ini tak pernah pilih kasih.
Penghubung KY Riau


Berdiri mengemban amanah KY RI
Mengawas peradilan bumi lancang kuning
Di tengah hiruk-pikuk jua hening
Penghubung KY Riau
Menghubungkan keadilan yang berjauhan
Menyingkatkan waktu pada peredaran
Penghubung KY Riau
Gagah sepanjang waktu
Mengawasi etik kehakiman
Mengayomi korban peradilan

Tuk wujudkan negeri berkeadilan
Magang di Kantor PKY Riau


Magang ?
Sebuah kata yang tak sedikitpun memberi kesan
Dua bulan ?
Kurasa akan menjemukan
Ya, sangat menjemukan.
Entah kenapa,
Kaki ini melangkah sampai ke sana
Sebuah kantor sederhana,
Tak sedikit pun mampu menajamkan pandangan mata.
Kantor PKY Riau,
Tempat berlabuhnya magangku,
Aku benar-benar terjebak dalam ruang ragu.
Hari pertama,
Wajah-wajah asing di depanku itu entah menjelma dari planet mana
Dentuman jam di kantor itu membuat situasi semakin canggung
Senyum mencoba meramah, walau nalar tak tentu arah.
Beberapa hari kemudian,
Masa telah mengakrabkan
Menyamakan persepsi masa depan
Menghilangkan perbedaan
Kini kami serasa seayah seibu
Saling menyatu, tak ada lagi kata kaku
Magang di kantor PKY Riau
Tiadalah pernah menyuguhkan kami seporsi jemu
Melainkan rasa senang  dan kesan tanpa ragu
Sungguh besar pengaruhmu waktu,

Yang telah meninggalkan makna dalam jiwaku
Komisi Yudisial Indonesia


Komisi Yudisial Indonesia
Kau dilahirkan rahim nurani
Tuk menatih hukum negeri ini
Niatmu mulia
Meletakkan keadilan pada tempatnya
Mengawasi etik hakim yang terlupa
Mengubur kecurangan yang disengaja
Komisi Yudisial Indonesia
Hidupmu tak semudah membalikkan tangan
Ditengah rong-rongan dan gong-gongan
Antara bertahan dan dimatikan
Kau ikhlas dalam keputusan
Komisi Yudisial Indonesia
Jika kelak kau tiada
Entah seperti apa peradilan tanah surga
Mungkin hakim kan jadi tikus penjilat nyawa
Menguras para pemilik harta
Membunuh rakyat miskin yang tak berdosa
Mengobral hukum dengan semurah-murahnya
Komisi Yudisial Indonesia
Hidupmu adalah hidupku

Tiadamu adalah tiadaku

Jumat, 20 Mei 2016

Binneka Indonesia


Kau sadari,
kita menjelma dari beda yang takkan pernah sama.

Kau dilahirkan bunda Melayu
dibuai senandung mendayu
ditatih petuah bertuah hulu.

Aku berasal dari bagas godang
diayun tor-tor onang-onang
dibesarkan gule bolgang.

Si Buyung dilahirkan rumah gadang
dibuai dendang Minang
dibesarkan gule rendang.

Si Tresno menjelma dari Jawa
diayun wayang sarat makna
pada detak seiring masa.

Si Asep dilahirkan bumi Sunda
dibuai angklung mendunia
dibesarkan langgam santun bahasa.

Si Daeng berasal dari Sulawesi,
diayun aneka ragam tradisi
diasah hidup sekuat besi.

Si James menjelma dari Papua
dibuai ritual adat budaya
dibesarkan alam meraya.

Pun begitu,
jangan tebalkan beda setipis kulit ari
yang akan menjilat diri,
menelan negeri.

Kau takkan mampu berdiri sendiri
menghalau musuh silih berganti
menyongsong masa sekejam duri

Mari tepis perbedaan
singsingkan ego kesukuan
satukan kebinnekaan
bangunkan mata

kita Indonesia

Jumat, 19 Februari 2016

Aek Godang


O ale dongan
Ma kehema homu tu aek godang
Parmayaman mardongan-dongan
Mambaen roha manjadi sonang

Disima surgo dunia
Batang ni ayu pangalaungi ni loja
Itorunai mangalir aek na mamborgoi roha
I samping nai adong istana dunia,
Ima na idokon masjid agung Madina
Na manggambarkon istana sorga

Batang aek i goarna batang gadis
Partapian ni bidadari na manis-manis
Mambasu pakean marbaris-baris

I ginjang nai, adong kantor bupati
Ganan ni pejabat manjalaki solusi
Solusi ni Madina na ihadopi

 O ale dongan
Ketama tu Aek godang
Pataru loja, mangalap sonang
Sannarima kehe, ulang sangandigan
Salimpotpot


Homa sada salimpotpot
Manorangi di hatorangan
Manggolapi di hagolapan

Pala dompak sonang, taridama bolang
Auma nimu sadenggan-denggan ni dongan
Na paham arti ni pargaulan
Na lomok boti na denggan

Pala dompak susah, ho pe habang sian mata
Mangalobi i songon unggas silopak saba
Ijalakan so martarida
 Ipio, so marbinege supingna

Botulma ho salimpot-pot
Mago-mago tarida
Malo mangincop manisna mia
Abis manis, itimbungkon ampasna
Langkahonma Amang



Amang, anakku haholongan
Tondingku di hangoluan
Pangggogoi di ari na tobang
Panorang di hagolapan

Kehema ho amang
Langkama ho tu parjalangan
Pataru hasuadaan
Mangalap hasonangan

Ulang taonkon di huta on
Ulang padoon di parsuadaan on
Ulang sosali di hadangolan on
Ulang tangisi tanggungan ni badan mon

Langkahonma amang simanjojakmu
Ingot amang poda ni ompungmu
Pikirkonma amang masa depanmu
Ulang ko be ra songon au

Pala nida ho amang unggas na habang
Pasampe tonamu ngon pangarantoan
Ulang ko amang lupa tu hasorangan
So ulang manyosal di parpudian

Dung dapot ko amang hagiotmu
Tungkirkon ami na mardangol ni ngolu
Mulak ko amang tu hatubuanmu
Sondiape on do hutamu

Langkahonma amang simanjojakmu
Doaku mangihutkon tondimu
Moga dapot ko hagiot ni rohamu
Bahagiama ho saleleng ngolu

Ulang Marsak
Ulang ko marsak
Ulang paarsak-arsak
Sondiape hangoluan
Nangkan ro do sonang hapudian

Inda adong na sempurna
Sanga aha pe i ginjang dunia
Satongkin tangis, satongkin martata
Ima na idokon adat ni dunia

 Padiarma mura arga ni gota
Nangkon pamasuk tu bagasan ni roha
Dapot mangan, ita syukurkonma
Pado marsak, mambaen sega

Godang pe arga ni gota
Manombo so binoto sanga tudia hasilna
Sai ro, sai hakeheanna
 Genan sotik tai borkah tarida

Ulang ko marsak
Ulang paarsak-arsak
Ulang ko marsak
Rasoki i angkan na marrarak

Translate

Jumlah Pembaca

Isi Karya Kamal

Instagram @kamal_btr